GARUT, Intijayakoran.com – Sebuah babak baru akan segera dimulai bagi SMA Negeri 4 Garut. Sang nahkoda, Ati Supriati, S.Pd., M.Pd., akan segera memasuki masa purna tugas setelah mengabdikan diri dan memimpin sekolah yang berlokasi di kaki Gunung Cikuray, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, tersebut . Meskipun masa kepemimpinannya akan segera berakhir, jejak prestasi dan dedikasi yang telah ditorehkan Ibu Ati dipastikan akan dikenang sebagai salah satu periode emas bagi institusi pendidikan ini.

Selama masa jabatannya, SMA Negeri 4 Garut menjelma menjadi barometer prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Di bawah bimbingannya, para siswa terus mengharumkan nama sekolah melalui berbagai ajang, salah satunya dibuktikan dengan lolosnya Femi Hardian, seorang siswi berprestasi yang berhasil menembus Institut Teknologi Bandung (ITB) . Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga bukti nyata dari sistem pendidikan dan pembinaan yang optimal di sekolah tersebut.

Tidak hanya unggul dalam kompetisi akademik seperti Olimpiade, SMA Negeri 4 Garut juga dikenal sebagai kawah candradimuka bagi bakat-bakat non-akademik. Berbagai kegiatan ekstrakurikuler berkembang pesat dan kerap menorehkan prestasi, seperti dalam ajang Lomba Ketahanan dan Baris-Berbaris (LKBB) yang secara rutin diselenggarakan sekolah dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah . Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan karakter dan kedisiplinan menjadi perhatian serius, sejalan dengan upaya menciptakan generasi yang unggul dan berintegritas.

Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari kepemimpinan Ibu Ati yang visioner dan berpengalaman. Sebelum memimpin SMA Negeri 4 Garut, ia pernah dipercaya untuk memimpin SMA Negeri 21 Talegong . Pengalaman tersebut menjadi modal berharga dalam membawa SMA Negeri 4 Garut meraih berbagai pencapaian. Dedikasinya bahkan terlihat dalam upaya membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah, sebuah langkah penting yang relevan dengan karakteristik wilayah Garut yang rawan bencana.

Harapan terbesar Ibu Ati setelah pensiun adalah agar estafet kepemimpinan dan semangat prestasi di SMA Negeri 4 Garut dapat terus berlanjut. Beliau berpesan agar seluruh warga sekolah, mulai dari guru, staf, hingga siswa, dapat mempertahankan dan meningkatkan capaian yang telah diraih selama ini. Dengan fondasi yang kokoh dan segudang prestasi yang telah terukir, masa depan SMA Negeri 4 Garut di bawah kepemimpinan baru diyakini akan tetap gemilang, melanjutkan warisan kejayaan yang telah ditinggalkan. (Firman S)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *