INDRAMAYU, Intijayakoran.com – Solidaritas sejati tidak selalu hadir dalam ruang rapat atau di tengah hiruk-pikuk menjalankan tugas jurnalistik. Justru, nilai kebersamaan terlihat ketika seorang kawan sedang berada dalam kondisi lemah dan membutuhkan uluran tangan.
Hal itu ditunjukkan Ketua Forum Perjuangan Wartawan Indramayu (FPWI), Chong Soneta biasa di panggil Achong, saat salah satu anggotanya, Rochmanto (60) harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Bukan sekadar datang menjenguk. Achong turut sigap mendampingi proses penanganan medis Ato- nama keren wartawan- sejak berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga proses mendapatkan kamar untuk menjalani rawat inap.
Di tengah kesibukan sebagai insan pers, kepedulian tersebut menjadi pesan sederhana namun bermakna: ketika seorang anggota sedang membutuhkan bantuan, ada kawan yang memilih untuk hadir dan tidak membiarkannya menghadapi keadaan seorang diri.
“Awalnya di sini dikasih surat antre, nunggu ruangan. Setelah saya komunikasi dengan pihak manajemen RSUD, alhamdulillah segera dapat ruangan dan ditempatkan di Cengkir 3 yang kamarnya cukup bagus dan nyaman,,” kata Achong saat ditemui di RSUD Indramayu, Sabtu (3/10/2026).
Sikap tersebut pun mendapat apresiasi dari rekan-rekan media yang tergabung dalam FPWI. Mereka menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Achong terhadap Ato.
“Kami atas nama teman-teman media yang tergabung dalam FPWI mengucapkan terima kasih kepada Ketua FPWI, Achong, yang sudah sigap membantu saudara kita, Ato. Dari proses di UGD sampai mendapatkan kamar rawat inap, beliau ikut mendampingi. Bagi kami, ini bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk nyata solidaritas sesama rekan wartawan,” ujar perwakilan FPWI, Aa Toha.
Menurutnya, kebersamaan sesama insan pers seharusnya tidak hanya terbangun ketika menjalankan tugas di lapangan, tetapi juga ketika salah satu rekan sedang menghadapi masa sulit.
“Dalam kondisi seperti ini, yang paling dibutuhkan bukan hanya perhatian, tetapi kehadiran. Apa yang dilakukan Ketua Achong tentu sangat berarti bagi Ato dan keluarga. Semoga kebaikan ini menjadi energi positif bagi kita semua untuk terus menjaga rasa persaudaraan dan kepedulian sesama wartawan,” tuturnya.
Kepedulian tersebut menjadi gambaran bahwa di balik kerasnya dunia jurnalistik, masih ada ruang untuk saling menguatkan.
Sebab bagi seorang kawan yang sedang terbaring sakit, kehadiran seorang sahabat terkadang jauh lebih berarti daripada sekadar kata-kata.
Rekan-rekan media pun berharap Ato segera diberikan kesembuhan, kembali pulih, dan dapat kembali menjalankan aktivitasnya seperti sediakala. “Semoga saudara Ato diberikan kesembuhan dan diangkat semua penyakitnya, aamin,” kata Kamaludin.
Menurutnya, solidaritas seperti yang ditunjukkan Achong menjadi pengingat bahwa profesi boleh berbeda, organisasi boleh berbeda, namun ketika seorang kawan membutuhkan pertolongan, rasa kemanusiaan seharusnya tidak mengenal sekat. (Ade Irawan)





