CIREBON, Intijayakoran.com– Kondisi memprihatinkan terlihat di jalur penghubung antar desa di wilayah Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Tumpukan sampah liar kini menggunung di titik perbatasan tiga desa, yakni Desa Tegal Wangi, Desa Setu Kulon, dan Desa Megu Cilik, hingga memicu keluhan serius dari warga serta pengguna jalan.
Pantauan di lokasi menunjukkan ceceran sampah rumah tangga hingga limbah plastik meluber ke bahu jalan. Tak hanya merusak pemandangan, tumpukan massa sampah tersebut mengeluarkan aroma busuk yang sangat tajam, terutama saat cuaca panas atau setelah diguyur hujan.
Ria, salah seorang warga yang kerap melintasi jalur tersebut, mengaku sangat terganggu dengan kondisi ini. Menurutnya, polusi udara dari bau sampah tersebut sudah pada tahap yang mengkhawatirkan.
“Setiap kali melintas, saya terpaksa menahan napas karena aromanya sangat menyengat. Ini akibat tumpukan sampah yang dibiarkan begitu saja tanpa ada pengangkutan rutin,” ujar Ria kepada Koranintijaya.com, Senin (06/04).
Ria menjelaskan bahwa jalur tersebut merupakan urat nadi transportasi warga di Kecamatan Weru. Sebagai zona ramai yang menghubungkan tiga desa sekaligus, pembiaran sampah di lokasi tersebut dinilai sangat ironis. Ketidakjelasan mengenai pihak mana yang bertanggung jawab atas kebersihan di titik perbatasan tersebut diduga menjadi pemicu sampah terus menumpuk.
“Jalan ini ramai dilalui warga setiap hari, tapi tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas kebersihannya. Karena posisinya di perbatasan, seolah-olah saling lempar tanggung jawab,” keluhnya.
Lebih lanjut, Ria mendesak Pemerintah Kabupaten Cirebon, melalui dinas terkait maupun pemerintah desa setempat, untuk segera turun tangan. Ia berharap ada langkah konkret berupa pembersihan total dan pengawasan ketat agar lokasi tersebut tidak kembali dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal.
“Kita semua punya tanggung jawab, tapi pemerintah harus tegas. Perlu ada sanksi bagi pembuang sampah sembarangan dan tindakan pembersihan segera. Sampah ini berpotensi menimbulkan penyakit, jangan tunggu sampai ada warga yang jatuh sakit baru bertindak,” tegas Ria.
Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah masih terlihat menghiasi pinggir jalan penghubung desa tersebut, menanti tindakan nyata dari otoritas terkait sebelum dampak kesehatan lingkungan semakin meluas. (Adiyan)





