INDRAMAYU, Intijayakoran.com —
Adu kuat kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat untuk menarik perhatian jajaran DPP PKB, terutama Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar.
Penentuan figur ini menjadi bagian dari proses menentukan kepemimpinan DPW PKB Jawa Barat periode 2026–2031 pascamusyawarah wilayah (Muswil) di Bandung yang digelar pada 30 November di Hotel The Transmart Bandung.
Dalam Muswil tersebut, muncul nama-nama calon pengurus DPW PKB, baik Dewan Tanfidz maupun Dewan Syuro, melalui penjaringan dari DPP PKB dan DPC PKB kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Yang menarik, terjadi pertarungan antara kubu petahana, Syaeful Huda, dan kubu gerakan perubahan yang menginginkan regenerasi kepemimpinan DPW PKB Jawa Barat yang dimotori oleh Muhamad Sholihin, mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Indramayu yang juga mantan calon Bupati Indramayu.
Kiprah M. Sholihin kini terus menanjak hingga dipercaya menjadi tenaga ahli DPP PKB di Jakarta.
Kedua sosok kader PKB ini memiliki latar belakang yang menarik. Keduanya sama-sama loyalis Gus Muhaimin (panggilan akrab Muhaimin Iskandar) dan sama-sama berasal dari lingkungan pesantren di Jombang. Syaeful Huda merupakan alumni Pondok Pesantren Denanyar Jombang, sedangkan Muhamad Sholihin adalah alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
Kedua kader ini juga memulai karier dari aktivisme. Syaeful Huda merupakan aktivis di Bandung, sementara Kang Sholihin dikenal sebagai aktivis reformasi di Kabupaten Indramayu.
“Jika saya diberi amanah untuk PKB di Provinsi Jabar, bismillah saya siap. Kami siap membawa perubahan untuk kemajuan PKB,” jelas Sholihin singkat. (Cho)





