INDRAMAYU, Intijayakoran.com-
Calon Bupati (Cabup) Indramayu, Lucky Hakim, yang mengancam akan mengaudit penggunaan dana desa seluruh Kuwu (Kepala Desa atau Kades), jika terpilih dalam Pilkada 27 November 2024 viral. Pernyataan Lucky yang terlihat serius dengan nada tinggi dinilai sejumlah Kuwu blunder.
Para Kuwu menganggap, ancaman Lucky itu dinilai tidak pantas dan sudah memprovokasi para Kades yang selama ini diam tidak ikut terlibat dalam urusan politik Pilkada di Kabupaten Indramayu.
“Biarlah masyarakat yang menilai. Itu ancaman Cabup Lucky saya anggap blunder. Kami tak mau menanggapi dan lebih baik diam,”ungkap sejumlah Kuwu dari Wilayah Kecamatan Jatibarang, Widasari dan Kecamatan Cantigi yang dihubungi Intijayakoran.com, Sabtu (16/11) malam.
Menurutnya, munculnya tuduhan Kuwu tidak netral atau memihak Paslon hal yang sudah biasa, apalagi salah satu dari Cabupnya yang maju pada Pilkada 2024 adalah incumbent.
Pantauan Intijayakoran.com dilihat dari video yang beredar luas, ancaman video Lucky yang juga diunggah di akun TikTok terungkap, Lucky menyatakan dirinya meyakini akan terpilih menjadi bupati Indramayu. Jika terpilih, Lucky mengancam para kuwu akan melakukan audit keuangan penggunaan dana desa kuwu.
“Bapak kuwu tidak boleh ikut campur urusan Pilkada, pak kuwu. Pak kuwu kalau macam-macam sekarang, maka pak kuwu akan berhadapan dengan saya nanti. Saya akan audit dana desanya pak kuwu kalau macam-macam. Berapa uang rakyat yang dipakai sama pak kuwu. Ingat kemenangan kosong dua sudah sangat dekat, hati-hati pak kuwu,” teriak Lucky dihadapan pendukungnya yang ditengarai disampaikan di Kecamatan Kedokanbunder, beberapa waktu lalu.
Dari hasil penelusuran, ancaman Lucky kepada kuwu dipicu soal beredarnya opini menyangkut keluarganya. Dalam opini yang beredar, salah satu keluarga Lucky dinyatakan masuk dalam kategori keluarga tak mampu sebagai penerima bantuan sosial pemerintah.
Klaim penerima bantuan sosial itulah yang diduga memicu kemarahan Lucky terhadap Kuwu. Imbasnya, ia membuat pernyataan video terbuka untuk para kuwu dan viral tersebar.
Dalam perkembangannya, pernyataan Lucky justru memantik reaksi keras para kuwu. Kepada media sejumlah kuwu yang minta tidak disebutkan namanya merasa terganggu. Mereka menyebutkan, pernyataan LH adalah sebuah ancaman serius yang akan berdampak pada jalannya roda pemerintahan di desanya.
“Semua kuwu marah atas pernyataan itu. Belum terpilih menjadi bupati saja sudah begitu, bagaimana nanti kalau terpilih jadi bupati. Arogan dan mulai kelihatan sifat aslinya Pak Lucky,” ungkap sejumlah kuwu.
Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari Cabup Lucky. Saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (16/11) pukul 22.53 WIB yang bersangkutan belum menjawab (Cho)





