Cirebon, Kepala SMP Negeri 1 Susukan Kabupaten Cirebon buka suara atas dugaan tentang city tour yang tidak dimusyawarahkan di tingkat walimurid atas pungutan iuran dana city tour ke Kuningan sebesar Rp. 350.000 per-siswa.
Pihak sekolah bahkan mengaku sudah membantu siswa-i dengan biaya sekolah jika ingin ikut city tour Kelas 7 ke Kuningan kamis, 16 November 2023 jika tidak memiliki biaya.
“Tidak benar kalau iuran untuk city tour siswa kelas tujuh tanpa melalui musyawarah walimurid, kita bahkan sudah mengumumkannya,” kata Kepala sekolah SMP N 1 Susukan H. Basyuni, S.Pd.MM kepada awak media Ketika ditemui diruang kerjanya. Kamis (30/11).
Disampaikannya juga, Pihak sekolah tidak mewajibkan siswa-i SMP N 1 Susukan kelas 7 untuk city tour namun demikian pihak sekolah akan membantu wali murid yang ingin anaknya ikut city tour namun tidak memiliki biaya. “Tidak wajib ikut, kita bantu murid yang ingin ikut tour jika mengaku tidak ada biaya,” jelas H. Basyuni.
Heboh sebelumnya di kalangan walimurid SMP N 1 Susukan, kalau pihak sekolah meminta siswanya menyetorkan dana senilai Rp. 350.000 per siswa kelas 7 yang mengikuti city tour tanpa adanya musyawarah/rapat komite itu tidak benar faktanya pihak sekolah dan komite telah memanggil walimurid kelas 7 untuk merapatkan atau memusyawarahkan program sekolah salah satunya yaitu city tour dan biaya itu untuk pemberangkatan anak murid sendiri.
Ditemui salah satu orang tua murid dan diminta keterangan tentang biaya city tour yang bertujuan ke Kuningan, “kami sebagai orang tua membenarkan bahwa adanya city tour itu menambah wawasan anak saya dan mengenai biaya kami tidak mempermasalahkan besar kecilnya, tegas orang tua murid. (M. Kholid/RY)
