Cirebon, Intijayakoran.com

Sudah bukan rahasia umum lagi ketika anggaran desa turun baik bantuan dari pusat provinsi dan daerah, pemerintah desa jauh-jauh hari sudah merencanakan pembangunan didesanya. Seperti pengaspalan jalan, TPT pengecoran jalan juga pembangunan lainnya serta untuk menunjang kesejahteraan warganya.

Tapi disisi lain kata kesejahteraan jauh api dari panggang seperti didesa Rawagatel kecamatan Arjawinangun kabupaten Cirebon, pembangunan Kios Desa dan pemeliharaannya dengan nilai anggaran yang cukup lumayan besar yang dialokasikan untuk Kios Desa samping balai desa Rawagatel, diduga banyak kejanggalan dalam menerapkan pekerjaan, padahal anggaran tersebut dimulai tahun 2021 dan menyambung di tahun 2022, anehnya di tahun 2022 di tahap pertama, kedua dan ketiga muncul anggaran lebih dari 500 juta.

Menurut salah satu masyarakat yang mengomentari tentang Kios Desa tersebut, terkait bangunan Kios hanya beberapa kios tapi menelan biaya ratusan juta rupiah, padahal banyak infrastruktur lain perlu diperbaiki dan dibangun untuk desa Rawagatel, tuturnya.

Dan saat Kuwu diruang konfirmasi diruang kerjanya, ia menjawab dengan nada santai ia pak setiap anggaran keluar saya terapkan dan saya serahkan kepada tulis semua, tutur kuwu.

Ketika tulis “sekdes” dikonfirmasi terkait omongan kuwu melemparkan tentang anggaran kepada sekdes, namun tulis tidak menjawab.

Terkait hal tersebut salah satu tokoh masyarakat yang dijumpai oleh awak media ia berkomentar, “saya aneh dengan Kuwu yang sekarang, beberapa bangunan dimusnahkan, salah satu contoh pagar sekolahan dan Pagar Pintu gapura masuk ke balai desa dirusak entah kemana batangnya, kemudian tempat sampah 2 lokasi dirusak tapi tidak membangun lagi tempat sampah, semestinya kuwu yang bijaksana melanjutkan program kuwu yang lama secara baik agar masyarakat memandang bahwa Kuwu it uber estafet dengan kinerja kuwu yang lama, ditambah lagi bekas balai desa dirobohkan entah batang bekas bangunannya kemana, baik dari bekas batu bata maupun kayunya”, tutur tokoh masyarakat yang tak mau disebut Namanya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu perangkat desa saat kedatangan awak media, dan ditanya kuwu kemana, ia menjawab “kalau kuwu jarang ngantor pak, datang sebentar kemudian menghilang, pergi lagi,” tutur salah satu perangkat desa. (M. Kholid)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *