MAJALENGKA, Intijayakoran.com-

Sangat disayangkan dalam pekerjaan Hotmix dilingkungan RW 02 Blok Sabayu Desa Baturuyuk Kecamatan Dawuan Kabupaten Majalengka diduga ada masalah dan terjadi mark-up.

Saat investigasi wartawan koran ini dilokasi pekerjaan terungkap, saat hotmix digelar tidak ada pengawas. Begitupun Kepala Desa, Mu’arif yang memilih ngumpet, padahal saat pengaspalan ada dilokasi, tapi entah ngumpet dimana dicari tidak ketemu dilokasi.

Pekerjaan material tidak sesuai, semua jalan gang tidak full dikasih material batu 21. Harusnya jalan yang diaspal full dikasih batu 21 dan batu skrening biar jalan gang agak tinggi agar berfungsi kalau di musim hujan tidak cebrik dan banjir. Untuk pekerjaan kalau semua full dikasih batu 21 dan batu Skrep pasti hasil pekerjaan berkualitas dan memuaskan.

“Ini pekerjaan sudah bohongi publik untuk material asal saja dan di irit tidak disesuaikan dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya), kami menduga jelas pekerjaan ini di Mark-up,”jelas warga setempat yang meminta namanya dirahasiakan.

Sebelum berita dinaikkan, saat dihubungi lewat aplikasi WA, Kepala Desa, Mu’arif tidak ada tanggapan sama sekali sampai menunggu tiga hari sampai sekarang belum ada jawaban.

Saat hendak dikomunikasikan dengan Ketua Forum kepala Desa Kecamatan Dawuan tentang pekerjaan Hotmix dengan biaya dipapan proyek nilai besar Rp 186.353.307 yang bersumber dana dari DD tahun 2024 tidak bersedia berkomentar.

Menurutnya dalam pekerjaan asal saja pasti akan beresiko. “Jadi ga mungkinlah, karena pekerjaan ADD atau DD ada konsekwensi hukum yang harus ditanggung. Jika asal, bisa merugikan publik dan masyarakat setempat, Kalau berita naik cukup disini hubungan bapak dengan Kuwu Desa Baturuyuk,”jelas Ketua Forum Kepala Desa Dawuan.

Pemerhati sosial, Rolis menyayangkan adanya pekerjaan asal. “Padahal sudah ada pemberitahuan ucapan dari Pak Persiden Joko Widodo di seluruh Indonesia awas jangan coba coba berani pakai uang bantuan baik dari. APBD, maupum Propinsi dan juga APBN dari pusat untuk pembangunan di desa. Jenis proyek apa saja dan tidak diterapkan tidak baik dalam pembangunan di desa dan berani berani mengambil ke untungan dari dana bantuan laporkan saja ke Polisi setempat atau kantor kejaksaan setempat ” Ucap Rolis menirukan Jokowi Dodo.

Sayangnya, oknum pemborong dan oknum kepala desa mengambil untung dari pekerjaan Hotmix. pekerjaan Hotmix di RW 02 blok Sabayu bukan oleh Tim melainkan dikerjakan oleh oknum Rekanan yang berinisial AG.(Max)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *