CIREBON, Intijayakoran.com-

Bantuan pestisida dari kementan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon untuk para petani di Kecamatan Gegesik disambut gembira.

Pasalnya bantuan pestisida disamping untuk melindungi serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) juga bisa menekan penyebaran hama dan penyakit .

Dan yang tak kalah penting yakni mengurangi beban biaya produksi petani, serta memperbaiki mutu hasil panen guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Bantuan pestisida paling tidak meringankan beban petani untuk biaya operasional terutama pembelian obat obatan yang dirasa harganya cukup mahal .

Menurut beberapa perwakilan kelompok tani saat ditemui awak media, pihaknya merasa terbantu dengan bantuan obat obatan.

“Dengan diberikan bantuan obat obatan oleh Kementan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, kita petani merasa terbantu mengingat biaya operasional terlalu mahal terlebih jika terjadi replanting, maka sudah bisa dipastikan biaya akan membengkak,” ujarnya .

Menurut Sartono Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan ( POPT ) Kecamatan Gegesik saat ditemui mengatakan, saat ini kita sedang mengatasi Gulma. Gulma itu adalah tumbuhan pengganggu yang tidak diinginkan sebab sangat merugikan para petani.

“Beberapa waktu lalu kita lakukan sosialisasi ke kelompok tani Senang Hati desa Bayalangu Kidul sekaligus memberikan bantuan pestisida DRY UP 480 SL, bantuan diberikan bukan hanya kepada kelompok tani di Bayalanggu Kidul saja, tapi ada 17 kelompok tani dari 6 desa di Kecamatan Gegesik yang bakal menerima bantuan pestisida,” ujar lelaki yang biasa disapa Tono .
( M.kozim )

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *