INDRAMAYU, Intijayakoran.com-
Pemandangan tumpukan sampah menghiasai sejumlah ruas jalan kabupaten di wilayah Indramayu.
Di sejumlah titik, dari mulai wilayah Krangkeng hingga Haurgeulis, tumpukan sampah yang tidak terangkut merusak pemandangan dan mengancam kesehatan warga setempat.
“Setiap lewat jalur Juntinyuat-Karangampel sampah yang menumpuk jadi pemandangan yang menjijikan. Saya berharap, sampah ini segera diangkut dan dikelola dengan baik, apalagi ini deket lokasi sekolah,” kata Imam (48) warga Desa Juntikebon Kecamatan Juntinyuat.
Begitupun yang disampaikan Firman (23) pemuda asal Desa Karangampel yang merasa terganggu atas tumpukan sampah di jalur alternatif jalan baru menuju pasar Karangampel.
“Padahal ini sudah diangkut kemarin, namun sekarang menumpuk lagi menghalangi hampir setengah badan jalan. Kami mohon agar ada langkah konkrit dan paten mengatasi soal sampah,” kritik Firman di lokasi pembuangan sampah sementara, di Jalan Baru Karangampel, Minggu (29/3/2026).
Menurut Firman, Pemerintah Kecamatan Karangampel bersama DLH Kabupaten Indramayu, Sabtu kemarin sudah melakukan aksi dalam menangani persoalan tumpukan sampah yang sempat menjadi sorotan di media sosial.
Fokus pembersihan dilakukan di area jalan baru Pasar Karangampel yang sebelumnya dikeluhkan mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan dan viral di media sosial.
Petugas gabungan diterjunkan langsung untuk mengangkut material sampah dan menata kembali area publik tersebut agar bersih menyeluruh.
“Namun hari ini sampah dan limbah dari pasar dan kirimin dari warga Desa Dukuh Tengah, Dukuhjeruk dan Karangampel sudah menumpuk lagi. Ini mesti ada langkah konkrit untuk mengatasi banyaknya sampai di sini, ini kebutuhan mendesak,” tandas Firman.
Terkait pengelolahan sampah yang tidak optimal, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, S.P., M.Si., menyoroti serius persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi masalah utama di berbagai wilayah.
Hal tersebut disampaikan saat kunjungan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, S.T., Minggu (29/3/2026).
Sirojudin secara terbuka turut menyoroti kondisi sampah yang sudah mengkhawatirkan, pasca Lebaran yang dinilai sudah pada tingkat darurat sampah.
Menurut H. Sirojudin, persoalan sampah sebenarnya telah berulang kali dibahas dalam rapat-rapat DPRD, khususnya di komisi terkait.
Namun hingga saat ini, solusi konkret dari pemerintah daerah dinilai belum maksimal.
“Dalam setiap rapat, alasan yang muncul selalu klasik, yaitu kekurangan armada pengangkut sampah. Padahal itu bukan hal yang tidak bisa diatasi,” tegasnya.
Ia menilai, pemerintah daerah seharusnya dapat mengambil langkah cepat dan fleksibel untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya dengan menyewa armada angkutan sampah jika memang jumlah kendaraan dinas terbatas.
“Kalau tidak ada armada, bisa dirental. Mobil truk banyak. Kalau tenaga kurang, bisa menggunakan sistem outsourcing. Semua itu memungkinkan, tinggal ada kemauan atau tidak,” ujarnya.
H. Sirojudin menegaskan bahwa persoalan sampah memang kompleks, namun tidak seharusnya terus berlarut-larut tanpa penyelesaian. Ia menekankan pentingnya komitmen dari pimpinan daerah dalam menangani isu lingkungan tersebut.
“Siapapun kepala dinasnya, kalau tidak ada goodwill dari pimpinan, ya akan sulit terselesaikan. Ini bukan hanya soal teknis, tapi juga soal keseriusan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada periode sebelumnya, pengawasan terhadap persoalan sampah berjalan lebih ketat. Namun saat ini, koordinasi dinilai belum berjalan optimal.
“Dulu pengawasan cukup kuat, sekarang saya sendiri merasa kesulitan karena tidak pernah diundang dalam pembahasan tertentu. Padahal DPRD punya fungsi pengawasan,” ungkapnya.
Meski demikian, H. Sirojudin memastikan bahwa DPRD akan kembali mendorong penyelesaian persoalan ini dalam waktu dekat. Ia menyebut pihaknya akan mengundang kembali pihak-pihak terkait untuk mencari solusi bersama.
“Upaya sudah ada, tapi memang belum ada solusi yang tuntas. Dalam waktu dekat akan kami undang lagi, dan jika tidak bisa diselesaikan di komisi, maka pimpinan DPRD akan mengambil langkah,” pungkasnya.
Penyelesaian persoalan sampah di Indramayu membutuhkan komitmen nyata dari pemerintah daerah, bukan sekedar alasan teknis. Dengan langkah cepat dan koordinasi yang lebih baik, H. Sirojufin optimistis persoalan ini bisa segera ditangani demi terciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman bagi seluruh masyarakat Indramayu. (Cho)





