INDRAMAYU, Intijayakoran.com – Kondisi jalan perbatasan Purwajaya–Kedaton kembali menjadi sorotan setelah proyek rekonstruksi yang dikerjakan CV Putri Jaya Mandiri dengan nilai kontrak Rp1.911.233.000 itu rusak parah meski baru berumur satu tahun.

Pekerjaan rigid beton yang dibiayai APBD Kabupaten Indramayu tahun 2024 tersebut mengalami kerusakan di sejumlah titik. Retakan terlihat memanjang dan menganga antara 7 hingga 10 sentimeter, sehingga membahayakan pengguna jalan.

Proyek yang dikerjakan sekitar Agustus 2024 itu tampak jauh dari standar mutu. Permukaan jalan hampir di seluruh badan beton dipenuhi retakan. Uniknya, pola keretakan tidak melintang sebagaimana umumnya rigid pavement, melainkan memanjang mengikuti jalur jalan.

Fakta ini memunculkan dugaan bahwa kontraktor tidak memasang dowel maupun wiremesh, dua komponen penting untuk menahan pergerakan beton. Ketiadaan material tersebut membuka kemungkinan pekerjaan dilaksanakan tanpa pengawasan memadai, bahkan disebut dikerjakan pada malam hari sehingga minim kontrol.

Tidak mengherankan bila hasilnya dinilai asal-asalan. Sayangnya, Dinas PUPR Kabupaten Indramayu pada saat pengerjaan tidak terlihat memberikan teguran ataupun tindakan pengawasan yang tegas kepada kontraktor.

Arman (53), warga RT 05 RW 05 Desa Purwajaya, mengaku kondisi kerusakan sudah terlihat sejak awal. Ia menyebut keretakan muncul hanya dua bulan setelah proyek selesai. “November ini pas satu tahun. Proyeknya dikerjakan sekitar Oktober 2024. Retak-retaknya sudah muncul sejak dua bulanan selesai. Pernah ditambal hotmix, tapi cuma sekitar empat meter, selebihnya tidak disentuh. Soal anggaran, warga di sini mana tahu, yang penting jalannya bagus,” ujarnya.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Indramayu, Wimbanu, tidak membuahkan hasil. Meski ponselnya aktif, ia tidak mengangkat telepon awak media dan juga tidak membalas pesan WhatsApp. Sikap ini dinilai bertentangan dengan semangat keterbukaan yang digaungkan Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui program “Beberes Dermayu”.

Mantan kontraktor yang enggan disebutkan namanya, sebut saja Wen, menilai keretakan tersebut mengindikasikan lemahnya konstruksi. “Dari fotonya, retaknya lebar dan memanjang. Dugaan saya, di titik itu tidak dipasang dowel atau wiremesh. Padahal dua material itu berfungsi memperkuat struktur beton. Wartawan juga perlu paham, dowel itu menahan pergerakan slab, sedangkan wiremesh sebagai tulangan dalam pengecoran. Tinggal tanyakan kepada pejabatnya: bagaimana ini bisa terjadi? Dan jangan lupa, ada dana pemeliharaan. Ke mana dana itu? Untuk apa digunakan?” ujarnya. (A K 60)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *