KUNINGAN, Intijayakoran.com – Proyek normalisasi Waduk Darma di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjadi sorotan publik. Pekerjaan senilai Rp1,77 miliar yang dikerjakan oleh CV Fitri Putri Mandiri itu diduga dilakukan asal-asalan dan tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Pantauan Intijayakoran.com di lapangan pada Selasa, 14 Oktober 2024, memperlihatkan tidak adanya aktivitas berarti di sepanjang area Waduk Darma. Beberapa warga setempat mengaku kegiatan pembersihan eceng gondok memang sempat dilakukan sebulan sebelumnya, namun hasilnya dinilai minim.
“Memang sempat ada pembersihan, tapi tidak menyeluruh. Sekarang malah eceng gondoknya tumbuh lagi,” ujar Dedi (43), warga Desa Jagara, Kecamatan Darma, saat ditemui di lokasi.
Lebih jauh, masyarakat juga menyoroti dugaan penyelewengan dalam pelaksanaan proyek. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak penyedia jasa diduga menjual eceng gondok hasil pembersihan untuk dijadikan pupuk, padahal sesuai rencana anggaran biaya (RAB), material tersebut seharusnya dibuang ke lokasi yang jauh dari waduk.
“Kalau benar begitu, jelas menyalahi aturan. Pekerjaan pemerintah harusnya punya manfaat dan transparan, bukan malah dijadikan ajang mencari untung,” tegas Ketua Umum LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi Indonesia (GRASI), Mardi Malau, kepada wartawan, Selasa (15/10).
Mardi menduga ada kolaborasi antara penyedia jasa dengan pejabat di lingkungan UPTD PSDA Wilayah Sungai Cimanuk–Cisanggarung. Ia menilai lemahnya pengawasan dari pihak internal maupun eksternal membuka peluang penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.
Di lapangan, tumpukan eceng gondok masih terlihat di sejumlah titik waduk. Dari hasil pengamatan, tidak tampak perubahan signifikan pada kondisi waduk, baik dari sisi kebersihan maupun nilai estetika.
Tim media mencoba mengonfirmasi hal ini ke Kepala UPTD PSDA Wilayah Sungai Cimanuk–Cisanggarung, Ikhsan, pada Rabu, 16 Oktober 2024. Namun yang bersangkutan tidak berada di kantor. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat kepada Kepala Dinas PSDA Jawa Barat, Dicki, juga tidak mendapat tanggapan hingga berita ini diturunkan.
Mardi menambahkan, Gubernur Jawa Barat atau Penjabat Kepala Daerah (KDM) diharapkan segera turun tangan meninjau langsung lokasi proyek. “KDM harus memastikan setiap program yang menggunakan uang rakyat benar-benar tepat sasaran. Kalau ada indikasi penyimpangan, segera perintahkan aparat penegak hukum untuk menyelidiki,” ujarnya.
Publik kini menunggu langkah tegas dari pemerintah provinsi terhadap dugaan kejanggalan dalam proyek bernilai miliaran rupiah itu. Sebab, normalisasi Waduk Darma seharusnya menjadi upaya nyata dalam menjaga keberlanjutan fungsi waduk sebagai sumber air dan daya tarik wisata Kabupaten Kuningan. (Tim)





