INDRAMAYU, Intijayakoran.com— Gerakan Rakyat Indramayu (GRI) memastikan akan menggelar unjuk rasa besar-besaran bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Indramayu pada 7 Oktober 2025. Aksi ini digalang untuk menyoroti dugaan praktik korupsi dan kepemimpinan transaksional di bawah pemerintahan Bupati Lucky Hakim.

Koordinator GRI, Muhammad Sholihin, menyatakan surat pemberitahuan aksi telah dikirimkan ke Polres Indramayu pada Kamis (2/10) dan diterima oleh KBO Intel, H. Ozi. Aksi diperkirakan diikuti sedikitnya 2.000 massa dari berbagai elemen masyarakat, dengan titik kumpul di Tugu Perjuangan Simpang Lima sebelum bergerak ke dua lokasi utama: Pendopo Kabupaten dan Gedung DPRD Indramayu.

Baca juga: Perangi Korupsi, GRI Siap Demo Besar-Besaran di Hari Jadi Indramayu 7 Oktober?

“Usir Bupati Lucky dari Indramayu. Pulangkan ke Cilacap. Begitu juga staf ahlinya, Salman, kami minta kembali ke Jawa Timur,” ujar Sholihin kepada Intijayakoran.com, Jumat (3/10). Ia menyebutkan aksi ini juga dibarengi penggalangan dana dari masyarakat hingga 7 Oktober mendatang.

Sholihin menegaskan, GRI tidak sekadar melakukan protes, tetapi membawa semangat reformasi untuk membersihkan pemerintahan dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Menurutnya, gaya kepemimpinan Bupati Lucky dianggap mencederai cita-cita Reformasi 1998 dan harapan masyarakat Indramayu yang mendambakan pemerintahan bersih.

“Janji-janji pelayanan dan kepemimpinan bersih hanya menjadi slogan. Faktanya, pengangkatan pejabat, pengelolaan proyek APBD, hingga rekrutmen karyawan PDAM sarat dugaan transaksional,” ungkapnya.

Ia juga menyebut gaya kepemimpinan Lucky Hakim sebagai bentuk pengkhianatan terhadap semangat reformasi. Bahkan, ia menuduh ada konsolidasi sistematis yang melibatkan “orang-orang dekat” Bupati untuk menggerogoti anggaran melalui jalur birokrasi dan nonbirokrasi.

“Cukup sekali saja Indramayu dipimpin oleh pemimpin peteng rubet. Kami mengajak seluruh rakyat Indramayu untuk bersatu dan menyuarakan perubahan pada momen hari jadi kabupaten ini,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Bupati Lucky Hakim belum memberikan tanggapan atas berbagai tudingan tersebut. Pesan yang dikirimkan oleh Intijayakoran.com pada Senin (29/9) pukul 07.19 WIB belum mendapatkan balasan. (Cho)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *