Terkait Tindakan Kurang Terpuji Relawan O2, Lucky-Sae

INDRAMAYU, Intijayakoran.com-

Sikap kurang terpuji yang dilakukan segerombolan orang mengenakan sepeda motor dan kaos bergambar pasangan calon bupati nomor urut dua Lucky Hakim-Saefuddin, Jumat 1 Nopember 2024 kemarin berbuntut panjang.

Dalam konferensi pers di Hotel Prima Resort Indramayu, Sabtu (2/11) Cabup nomor 03, Nina Agustina dihadapan awak media menegaskan, sikap yang dilakukan pendukung dan relawan Cabup nomor 02 dianggap keterlaluan dan harus diberi pelajaran.

“Bukan sekali dua kali sikap keterlaluan yang dilakukan pendukung Lucky. Kita ga main-main, perkara tidak terpuji adanya gangguan penghadangan ke tim kami saya respon serius. Ini sudah kami laporkan ke Bawaslu dan ke Polres Indramayu untuk ditindaklanjuti,”kata Nina.

Menurut Nina, sikap tegas dan tak toleransi ini semata-mata demi menjaga keselamatan dirinya sebagai Cabup, dan relawan serta pendukungnya. Jika pihaknya diam saja, dikawatirkan akan terus terjadi dan bisa berdampak buruk.

“Bismillah, kami harus memilih tegas karena perbuatan tak terpuji oknum relawan 02 ini kami nilai sudah keterlaluan, dan harus dikasih pelajaran. Jika seandainya Lucky ada masalah dengan saya, selesaikan secara pribadi dengan saya dan jangan bawa-bawa relawan dan pendukungnya untuk mengganggu provokasi kami,”tegas Nina.

Ditambahkan Nina, dalam Pilkada ini sebaiknya bersaing secara sehat. Jika diumpamakan pertempuran, mari bertempur secara jantan, kestria, profesional dan legowo. Karena, jika dilihat kejadian penghadangan kemarin (1/11) di Desa Sukra Wetan Kecamatan Sukra dirinya memandang ada unsur sengaja serta dikondisikan untuk meledek tim kita dan menggangu untuk memprovokasi kami. Itu jelas disetting dan dikondisikan untuk memancing menggaggu tim kita karena dalam tayangan video ternyata ada yang sudah disiapkan untuk merekam sebelum iring-iringan mobil kita lewat. “Ada yang tahu, mereka relawan 02 ada yang intimidasi menggebrak jok motor dan bahkan ada yang mau merusak mobil yang saya naiki. Sekali lagi, ini harus dikasih pelajaran,”tegas Nina.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Indramayu yang juga ketua tim pemenangan Paslon nomor 03, Sirojudin mengecam tindakan yang dilakukan relawan 02. Menurutnya, atas adanya kejadian itu dirinya sibuk untuk menjawab aplikasi WA menenangkan pendukungnya agar kondusif dan tidak melakukan tindakan anarkis.

“Dari dulu sampai sekarang, pendukung PDIP itu dikenal garis merah dan keras. Kita gudangnya orang keras, kita gudangnya pendukung yang suka mabuk dan ugalan. jika kita lepaskan, Indramayu jadi apa, Pilkada bisa jadi tidak kondusif. Saya ingatkan, jangan coba-coba memancing emosi kami,”ancam Sirojudin.

Ditambahkan Sirojudin, atas saran dari DPP PDIP, pihaknya sudah menyiapkan langkah untuk mengadukan masalah ini keproses hukum yang berlaku.”Tim hukum kami sudah siap melaporkan ke Bawaslu termasuk ke Polres Indramayu,”tandas Sirojudin.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat iring-iringan kendaraan calon Bupati Indramayu, Hj Nina Agustina lewat menuju tempat kampanye di wilayah Desa Sukra Wetan Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Jumat (1/11) siang, segerombolan orang yang memakai kaos Lucky Hakim-Syaefudin meneriakan kata-kata ‘Loro Loro, Nomor dua nomor dua’ yang terkesan dipersiapkan dan disengaja berada dipinggir jalan yang dilewati iring-iringan mobil Cabup nomor 3.

Atas sikap segerombolan pendukung nomor 02, secara spontan mobil iring-iringan Cabup Nina Agustina berhenti. Nina Agustina yang berada di mobil rombongan tersebut langsung turun tangan.

Dalam rekaman video yang menyebar di Medsos, Nina Agustina yang ikut turun secara lantang melarang pendukungnya untuk mundur tidak terpancing atas sikap segerombolan pendukung nomor 2 yang dinilai jahat mencegat mobilnya.

“Diam semuanya, ini urusan saya. Mundur semuanya. Biarkan ini menjadi tanggung jawab saya,”teriak Nina Agustina sambil melarang rombongannya untuk tidak anarkis.

Dalam video yang berdurasi 5.40 detik, Nina Agustina tak segan-segan mengucapkan kata lantang dan marah akibat perbuatan tak terpuji yang dilakukan pendukung nomor 2.

“Saya jalan baik-baik, dia angkat jari dua. Saya ini bekerja untuk Indramayu, saya pimpin Indramayu dengan baik. Gausah dicegat-cegat, saya berani kok,”teriak Nina.

Rombongan mobil kampanye dibelakang Nina Agustina yang akan menuju ke titik lokasi kampanye di Desa Tegal Taman Kecamatan Sukra selanjutnya spontan ikut berhenti.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, belasan orang yang mengenakan kaos Lucky Saefuddin dipinggir jalan tersebut membuat laju iring iringan kendaraan yang akan menuju ke lokasi kampanye Nina Agustina berikutnya yakni ke Desa Tegal Taman Kecamatan Sukra berhenti.

Gerombolan bermotor tersebut seperti sudah dipersiapkan berupaya untuk meledek iring iringan kendaraan rombongan kampanye Hj Nina Agustina yang akan menyapa masyarakat di Desa Tegal Taman.

Merasa dihalang halangi dengan gerombolan pendukung nomor 2, membuat tim pengamanan berupaya membubarkan aksi pemuda bermotor tersebut.

Kondisi ini membuat Cabup Indramayu, Hj Nina Agustina berupaya mencari tahu permasalahan dengan turun dari kendaraan dan menghadapi belasan pemuda yang menghadap dirinya tersebut.

Melihat Ibu Nina turun, beberapa orang yang diduga pendukung nomor 2 sebagian ada yang lari terbirit birit menghindari orang nomor satu dikota mangga yang sedang mengambil cuti untuk kampanye.

Tim Nina yang masih dalam satu rombongan mendapati dua orang pemuda yang tertinggal berikut dua buah sepeda motor ber nopol E 2751 QB dan sebuah sepeda motor yang tidak dilengkapi nomor polisi.

Kedua pemuda tersebut diketahui berinisial Sod dan Sar oleh tim kampanye Nina Agustina langsung diserahkan ke Polsek Sukra untuk dimintai keterangannya berikut barang bukti berupa dua sepeda motor, botol miras yang ditemukan di lokasi kejadian dan kaos bergambar pasangan Lucky Hakim – Syaefuddin.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu , Sahali mengatakan prihatin dengan peristiwa penghadangan calon bupati Hj Nina Agustina pada konstelasi politik pilkada serentak 2024 ini.

Sahali melihat pelaku penghadangan itu tidak demokratis dan mengarah pada indikasi anarkis.

Terkait dengan ini. Sahali sudah mengambil kangkah tim hukum sudah melaporkan ke Bawaslu dan Polsek Sukra.

“Berharap APH harus tegak dan tegas karena kejadian ini sudah berulangkali. Tim pemenangan 03 akan mensikapi secara serius dan jangan sampai memancing kader kita untuk melakukan hal yang tidak kita inginkan. Untuk itu aparat keamanan harus tegas dalam menyikapi hal ini,”tegasnya.

Sementara itu, dalam video yang juga beredar di Medsos, salah satu pendukung nomor urut 2 yang belakangan diketahui bernama Sodikin membantah keras rombongannya menghadang dan menghalangi laju iring-iringan mobil kampanye Cabup Nina Agustina. Namun dirinya mengakui, saat mobil iring-iringan yang ditumpangi Cabup Nina melewati rumahnya, mereka mengangkat jari nomor 2 sambil berteriak secara spontan rame-rame mengucap kata loro loro dua dua. “Saya juga gaada yang mabok dan rombongan kita tidak ada yang menghadang ditengah jalan. Adapun ada bekas botol miras itu botol bekas dan bodolan,”(Cho)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *