BREBES, Intijayakoran.com-
Zudan Fanani, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes.Jawa Tengah melalui Karim, Kepala Bidang (Kabid) Usaha Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Brebes menyampaikan bahwa gudang garam di Bulakamba itu milik kelompok tani dan tahun 2023 lalu pernah disewa.
“Tahun lalu harga garam cukup tinggi hingga 4.000, jadi petani garam butuh tempat untuk penyimpanan,” kata Kabid Karim, Jumat 20 September 2024.
Menurutnya, kalau sekarang harga sampai truk itu Rp 600, sedangkan jika dijual di lahan tambak hanya ditaksir Rp 400 perkilo.
Untuk garam break even point atau BEP Rp1. 000, anjloknya harga garam karena serapan untuk industri juga belum maksimal.
Ia mengharapkan agar harga garam di tingkat petani jangan dimainkan oleh tengkulak.
Banyak petani yang butuh usaha sehingga untuk kebutuhan mereka berpikir cepat dengan pinjam pada tengkulak.
Luas lahan di Brebes sendiri sudah 1176 hektar, sedangkan jumlah petani kebanyakan 800 orang, yang dibudidayakan untuk garam 560 hektar.
“Kalau gudang garam semua ada 7 unit di Kabupaten Brebes, di Bulakamba itu gudang nasional bisa menampung sebanyak 2.000 ton, di Tanjung 1000 ton, sedangkan di Desa Kakahan dan Sawojajar 1 unit kapasitas 3 unit dengan kapasitas 200 ton, dari Losari ada satu unit 200 ton.
Menurut Karim gudang garam salah satu solusi agar petani garam agar bisa merasakan harga yang baik saat harga mereka turun (Endi)





