CIREBON, Intijayakoran.com – Sekitar 200 warga Blok Larik, Desa Sirnabaya, Kabupaten Cirebon, mendatangi Markas Polres Cirebon Kota, Senin (26/10/2026). Mereka menggelar aksi unjuk rasa untuk mendesak kepolisian segera menangkap enam orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan yang mengakibatkan Ade Dadang Iskandar meninggal dunia.
Warga menyampaikan orasi selama kurang lebih 30 menit. Mereka menuntut kepastian hukum dan mendesak kepolisian agar segera mengungkap kasus tersebut serta menangkap para terduga pelaku.
Setelah aksi berlangsung, Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota menemui para pengunjuk rasa. Di hadapan warga, ia menyatakan akan memproses kasus tersebut dan meminta waktu satu bulan untuk penanganannya.
“Saya selaku Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota berjanji kepada saudara-saudara semua akan memproses masalah ini. Silakan sepuluh orang perwakilan berdiskusi dengan saya di ruangan,” ujar Kasat Reskrim.

Salah seorang perwakilan keluarga korban mengatakan, pertemuan atau audiensi tersebut dihadiri Wakapolres dan Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota. Dalam pertemuan itu, pihak kepolisian meminta waktu satu bulan untuk menangani perkara tersebut. Perwakilan keluarga mengaku menerima permintaan itu, tetapi berharap polisi segera memberikan kejelasan terkait penanganan kasus.
“Oke, saya terima permintaan pihak Polres. Namun, kalau sampai tidak ada kejelasan, saya akan mengerahkan massa lebih banyak lagi. Saya meminta kepada Polres Cirebon Kota agar para pelaku segera ditangkap,” tegasnya.
Sementara itu, seorang anggota Polres Cirebon Kota yang ditemui seusai pengamanan aksi menjelaskan, salah satu kendala dalam penyelidikan adalah ketidaksesuaian antara rekaman kamera pengawas (CCTV) dan keterangan korban. Menurutnya, polisi telah menelusuri rekaman CCTV dari sejumlah lokasi untuk mendukung proses penyelidikan.
“Yang menjadi masalah, antara CCTV dan keterangan korban tidak sinkron. Itu kendala kami. Rekaman CCTV dalam radius sekitar dua kilometer sudah diambil dan ditelusuri, termasuk di wilayah Cangkring, Dawuan, Wanakaya, dan Babadan. Bahkan, CCTV milik warga yang ikut demonstrasi tadi juga saya minta,” terangnya.
Kuwu Desa Sirnabaya, Rawin, yang turut hadir dalam mediasi, berharap penyidik segera mengungkap kasus tersebut. Ia menyatakan pemerintah desa siap membantu kepolisian dalam memenuhi kebutuhan penyelidikan agar perkara itu dapat segera menemukan titik terang.
“Harapan saya, pihak penyidik atau yang menangani kasus ini bisa segera mengungkapnya. Saya selaku kuwu siap membantu apa pun yang dibutuhkan penyidik agar para pelaku segera ditangkap dan keluarga korban mendapatkan kejelasan,” ujar Rawin kepada awak media.
Hingga berita ini diterbitkan, Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota belum berhasil dimintai keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan penyelidikan dan tindak lanjut atas tuntutan warga.
(A K 62)





