CIREBON, Intijayakoran.com – Sedikitnya tiga sekolah di wilayah Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, dilaporkan menjadi sasaran pencurian dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran di lingkungan pendidikan dan mendorong pihak sekolah meminta kepolisian segera mengungkap pelaku.
Salah satu peristiwa pencurian terjadi di SDN 2 Sambeng, Kecamatan Gunungjati, pada Kamis (20/8/2026). Pelaku diduga beraksi pada dini hari, sekitar pukul 01.00 hingga 04.00 WIB, dengan membobol salah satu bagian bangunan sekolah.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang inventaris sekolah dilaporkan hilang. Di antaranya sebuah laptop bantuan pemerintah, salon aktif, serta speaker aktif. Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Kepala SDN 2 Sambeng, Sutrisno, mengatakan peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Gunungjati dan Polsek Gunungjati.
Saat ditemui awak media pada Senin (31/8/2026), Sutrisno menjelaskan bahwa pelaku diduga masuk dengan cara mencongkel jendela di bagian depan samping ruang guru.
“Pada Kamis, 20 Agustus 2026, pelaku diduga mencongkel jendela di samping depan ruang guru. Barang yang diambil di antaranya laptop bantuan Presiden Prabowo, kemudian salon aktif dan speaker aktif,” ujar Sutrisno.

Menurut dia, pencurian di SDN 2 Sambeng bukan satu-satunya kejadian yang terjadi di wilayah tersebut. Dalam waktu yang hampir bersamaan, SMPN 3 Gunungjati juga dilaporkan mengalami peristiwa pencurian.
Sementara sekitar sepekan sebelum kejadian di SDN 2 Sambeng, SDN 1 Sambeng juga dilaporkan menjadi sasaran pencurian. Rentetan peristiwa itu menimbulkan dugaan bahwa pelaku atau kelompok pelaku secara khusus menyasar lingkungan sekolah.
“Informasinya, pada waktu yang hampir bersamaan SMPN 3 Gunungjati juga mengalami kejadian pencurian. Sebelumnya, sekitar satu minggu sebelum kejadian di sekolah kami, SDN 1 Sambeng juga disatroni maling. Jadi, dalam waktu kurang dari satu bulan sudah ada tiga sekolah yang menjadi korban,” katanya.
Sutrisno mengaku bersyukur data penting sekolah, terutama Data Pokok Pendidikan atau Dapodik, tidak ikut hilang. Menurut dia, sekolah masih memiliki cadangan data pada perangkat lain sehingga aktivitas administrasi tetap dapat berjalan.
“Untung kami masih memiliki cadangan laptop dan data Dapodik tersimpan dengan aman. Kalau seluruh data hanya tersimpan di laptop yang hilang, tentu dampaknya akan sangat besar bagi sekolah,” ujarnya.
Sutrisno yang pada 31 Agustus 2026 secara resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai pendidik berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus tersebut. Ia menyebut laporan pencurian telah diterima kepolisian dengan bukti laporan STP/02/VIII/2026/Reskrim.
Ia juga meminta aparat berhati-hati dan mendalami setiap informasi yang berkembang terkait dugaan identitas pelaku. Menurutnya, informasi yang diperoleh pihak sekolah telah disampaikan kepada aparat untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.
“Harapan kami tentu kasus ini segera diungkap dan pelaku dapat ditangkap berdasarkan bukti serta hasil penyelidikan kepolisian. Tujuannya agar ada efek jera dan barang-barang inventaris sekolah bisa lebih aman,” katanya.
Pihak SDN 2 Sambeng berharap Polsek Gunungjati segera meningkatkan penyelidikan atas rentetan pencurian yang menyasar sejumlah sekolah tersebut.
Awak media juga mendatangi Polsek Gunungjati untuk meminta konfirmasi terkait perkembangan penanganan kasus. Namun, Kanit Reskrim saat itu dilaporkan sedang berada di Polres Cirebon Kota sehingga belum dapat memberikan keterangan.
Petugas piket SPK Polsek Gunungjati menyampaikan akan meneruskan kedatangan awak media kepada Kanit Reskrim setelah yang bersangkutan kembali ke kantor.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan penyelidikan maupun ada atau tidaknya pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencurian tersebut. (A.K.61/Koko)





